Part 1
Gejolak yang terjadi di Suriah sejak 2011 hingga kini belum
terselesaikan. Suriah merupakan sebuah fenomena yang langkah sejak terjadinya
Arab Spring yang melanda negara-negara Arab, mengapa demikian? Karena
negara-negara Arab seperti Tunisia, Mesir, Libya yang mengalami Arab Spring
dapat menumbangkan rezim yang berkuasa dengan rentan waktu yang sangat cepat.
Berbeda dengan ketiga negara tersebut, Suriah hingga kini masih bisa
mempertahankan Bashar al-Assad sebagai presiden Suriah. konflik Suriah yang
terjadi tidak lepas dari pengaruh Arab Spring yang dimulai dari Tunisia.
Melihat keberhasilan negara-negara Arab yang mampu menggantikan pemerintahan
yang dikatator memberikan inspirasi dan semangat bagi para aktivis Suriah untuk
melakukan aksi yang sama degan harapan Bashar al-Assad yang telah menjadi
presiden lebih dari 10 tahun serta kekuasaan
Partai Ba’ath yang lebih dari 30 tahun agar dapat digantikan. Keinginan
untuk menggantikan posisi Bashar telah memunculkan berbagai kelompok yang
kebanyakan berasal dari kaum Sunni karena Bashar adalah seorang Syiah. Konflik
yang awalnya bersifat politis berubah menjadi kofnlik sektarian. Kelompok-kelompok
tersebut melakukan berbagai aksi yang dimulai dengan aksi protes namun
berkembang menjadi aksi-aksi yang anrkis seperti membunuh.
Konflik internal yang terjadi di Suriah memiliki pengaruh yang
sangat besar terhadap regionalisme di Timur Tengah. Peta politik negara-negara
Arab sangat terlihat dalam konflik Suriah dan merupakan permasalahan yang
sangat kompleks. Suriah bagaikan sebuah permainan bagi negara-negara pemain
utama yang saling berperang memperebutkan kekuasaan. Dalam konflik Suriah kita
dapat menggambarkan posisi negara-negara di kawasan Timur Tengah diantaranya: Turki,
meskipun masih belum jelas apakah Turki dimasukan kedalam kawasan Timur
Tengah ataukah masuk kedalam Eropa karena posisinya yang berbatasan dengan
kedua kawasan Eropa dan Timur Tengah, meskipun demikian konflik di Suriah juga
berdampak pada Turki karena posisi kedua negara yang saling berbatasan. Dalam
hal konflik Suriah, Turki memainkan perannya sebagai sebuah negara yang
mengutuk tindakan Bashar yang merupakan seorang Syiah terhadap orang-orang
Sunni. Turki juga dijadikan sebagai aliansi negara-negara barat seperti Amerika
untuk menempatkan pasukan-pasukannya agar menyerang pemerintahan Bashar dan
membasmi ISIS di Suriah. Selain itu Turki juga memberikan bantuan kepada para
pengungsi asal Suriah akibat yang terjadi. Namun konflik Suriah juga memberikan
dampak pada masalah dalam negeri Turki yakni konflik Kurdi.
Yordania, sebuah negara yang juga berbatasan langsung
dengan Suriah menanggapi pula konflik Suriah. Sikpa Yordania dalam mengatasi
korban-korban konflik mirip degan sikap dari Turki yakni memberikan bantuan
berupa fasilitas kepada para pengungsi. Sementara dalam kondisi internal,
Yordania telah melakukan berbagai upaya sebagai bentuk pertahanan agar konflik
yang terjadi di Suriah tidak mennyebar ke Wilayah Yordania dengan memperkuat
militer serta memperketat keamanan perbatasan yordania. Sementara dalam politik
Yordania menjadi menarik untuk dilihat karena untuk mengatasi permasalahan
politik Suriah dan masalah teroris yakni ISIS yang menjadi ancaman kemanan
dunia, Yordania berkoalisi dengan Amerika untuk mengatasi masalah teroris dan
mencarikan solusi dalam konflik Suriah. Namun koalisi yang diberikan oleh
Yordania kepada Amerika kemudian berubah haluan kepada Rusia. Koalisi Yordania
dan Rusia dalam permasalahan Suriah disamapaikan oleh Menteri Luar Negeri
Rusia, Sergei Lavrov (http://international.sindonews.com/, 2015). Raja Yordania, Abdullah II bin Al-Hussein menyebutkan
bahawa Rusia adalah pemain kunci yang dapat menciptakan perdamaian dalam
permasalahan politik di Suriah. dalam sebuah wawncara dengan Euronews, Raja
Abdullah mengatakan bahwa:
”Saya selalu mengatakan, selama lima atau enam tahun
terakhir, bahwa untuk solusi politik di Suriah, Moskow adalah kunci. Mereka
adalah orang-orang yang dapat memberikan jaminan untuk rezim, bahwa mereka
memiliki peluang di masa depan,” (http://international.sindonews.com/, 2015)
Koalisi Yordania bersama Rusia memperlihatkan posisi
Yordania dalam konflik Suriah saat ini. Perlu diketahui bahwa Rusia adalah
pendukung besar Bashar al-Assad yang berasal dari luar wilayah Timur Tengah. Berbagai
upaya telah dilakukan oleh Rusia untuk mempertahankan posisi Bashar al-Assad
sebagai Presiden Suriah dan terus berupaya memeperkecil pengaruh Amerika di
wilayah Timur Tengah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar