Berbicara mengenai Civil Society maka tidak ada defenisi yang
tunggal mengenai Civil Society. Di Indonesia Civil Society diidentikan dengan
Masyarakat Madani, akan tetapi tidak semua masyarakat adalah masyarakat madani
(civil society). Tidak ada konsensus yang pasti mengenai masyarakat madani.
Masyarkat madani merujuk pada tatanan masyarakat yang harmonis, tertib,
sejahtera seperti zaman nabi Muhammad SAW. Akan tetapi konsep ini terlalu
utopis karena sulit untuk mengidamkan masyarakat seperti masa Rasulullash SAW.
Civil Society berasalah dari kata “societis civilis” yang berarti
sebuah arena atau forum dimana masyarakat yang memiliki pemahaman dan
keingingan yang sama bisa berasosiasi, berkumpul untuk mencapai
kepentingan-kepentingan tertentu. Civil Society mengusung kepentingan public
dan hanya fokus bergerak pada satu aspek tertentu. Contoh: LSM, Pecinta
lngkungan, WALHI, NGO, komunitas, media dll. Civil Society berwujud pada
asosiasi, organisasi yang memiliki kepentingan yang disuarakan kepada
pemerintah, seperti people power di Tunisia. Dalam mengakomidir kepentingan
Civil Society bisa melakukannya pada public yang terbagi menjadi dua yakni public
space dan public sphere. Publik space adalah ruang public secara
fisik sementara Public spehere adalah ruang publik yang mengkritik pemerintah.
Negara dibentuk untuk memberikan kesejahteraan rakyat atau menjamin hak-hak rakya serta memberikan ruang bagi rakyat. Namun jika ada penyalahgunaan kekuasaan yang condong pada pengejaran power maka negara menjalankan perannya dengan baik. Disisi lain market biasanya menghalalkan segala cara untuk mengeksploitasi sumber daya. Jika negara dan pasar telah melakukan kongkalikong maka civil Society akan menjadi titik kompromi yang mengkritik state dan market. Civil Society bergerak karena ada dukungan moral, tidak ingin dikontrol oleh negara. Selain itu membantu memberikan usulan kepada pemerintah terhadap suatu kebijakan, contoh: petisi online dan organisasi.
Hubungan
Civil Society-Demokrasi
Civil Society dilahirkan oleh demokrasi dan begitu sebaliknya bahwa
Civil Society melahirkan adanya demokrasi. Demokrasi menyediakan arena atau
instrument agar rakyat bisa mengasosiasikan dirinya dan kelompok- kelompok
tertentu dan mengriktik pemerintah. semakin kuat demokrasi maka gerakan civil
society semakain membaik.
Demokrasi -) Civil Society -) Gov Performance
Gov Performance -) Civil SOciety -) Demokrasi
Ketika sebuah oemerintahan dictator maka rakyat
menjadi korban atau rakyat akan dikekang sehingga rakyat menjadi jenuh dan
bangkit melawan dan bergerak menjadi gerakan massa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar