Trending
topic baik media online dan cetak untuk akhir pekan ini adalah peristiwa yang sedang
dialami umat muslim di tanah Suci. Dua peristiwa yang menggemparkan seluruh
umat muslim di seluruh dunia. Peristiwa jatuhnya Derek yang digunakan untuk
memperluas Masjidil Haram pada hari jum’at 11 september 2015 yang telah menewaskan 111 jiwa dan lebih dari
238 orang mengalami luka-luka. Dengan rentan waktu yang tidak lama terjadi
peristiwa memilukkan di Mina dimana para jama’ah haji saling berdesakan dan
terjatuh dan terinjak oleh jama’ah lainnya pada saat lempar jumrah di Mina
sehingga menewaskan sekitar 717 orang dan 830 korban luka.
Ketika
umat islam sedang mendapatkan musibah karena kehilangan orang-orang yang
dicintainya saat melakukan sebuah ibadah di Rumah Allah sementara yang lainnya
menuduh dan saling menyalahkan siapa yang harus bertanggung jawab siapa yang
harus disalahkan atas peristiwa ini, Apakah itu sesuatu yang dibutuhkan saat
ini ? Iran yang meminta agar Arab Saudi harus bertanggung jawab atas insiden
ini, menteri kesehatan Arab Saudi menyalahkan para jamaah haji yang menurutnya kejadian
ini terjadi akibat kesalahan para jamaah haji sendiri yang tidak menuruti
aturan, media kemudian mulai menyoroti penyebab terjadinya kejadian untuk
mencari siapa yang patut disalahkan, dan kemudian mendapat sebuah informasi
bahwa ketika proses lempar jumrah salah satu pintu atau akses yang biasa
digunakan para jamaah di tutup karena pada saat itu Raja Arab juga sedang
melakukan ibadah haji sehingga harus diberikan jalan khusus. Saling tuduh
menuduh terus terjadi. Seharusnya yang menjadi prioritas umat islam saat ini
adalah mendoakan para syuhada yang wafat agar di terima amal ibadahnya dan membantu
pihak arab Saudi untuk mengidentifikasi korban serta mencari solusi agar
kejadian serupa untuk kedepannya tidak terjadi lagi.
Satu
hal yang perlu diingat oleh umat islam adalah bahwa tanah suci Makkah bukan
milik Arab Saudi karena lokasi Mekkah dan Madinah berada di Arab, akan tetapi
Makkah adalah milik semua umat yang mempercayai bahwa Allah SWT adalah tuhan
mereka, sehingga sudah sepatutunya semua umat muslim bertanggung jawab untuk
melindungi Ka’bah. Umat islam saat ini hanya memiliki perasaan ukhuwah
wathaniyah namun melupakan ukhuwah bashariah. Karena terbatas hanya pada
ukhuwah wathaniyah menyebabkan terjadi perpecahan diantara umat islam itu
sendiri, yang harus disadari oleh umat islam adalah tantangan yang dihadapi
oleh agama ini sangat besar. Oleh karena itu diperlukan sebuah persatuan sebuah
ukhuwah yang bukan hanya ukhuah wathaniyah akan tetapi menuju pada ukhuah yang
paling tinggi yakni ukhuah bashariyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar